Celotehan Kecilku

Entah darimana datangnya, siapa dan mau apa dia, tiba-tiba saja dia nge-add YM aku, singkat cerita kami jadi teman dan saling berbagi cerita, tentang kehidupan, tentang perjuangan hidup dan yang paling memberi kesan adalah tentang kematian, sebuah kenyataan yang orang enggan mendengar, sebuah kenyataan yang orang akan merasa takut berhadapan dengannya, sebuah kenyataan yang slalu ingin dihindarkan, sebuah kenyataan yang sangat menyakitkan buat mereka yang ditinggalkan.

Hari itu seperti biasa dia menyapa aku, dia bercerita bahwa tadi malam telah memimpikan aku, kemudian menawarkan padaku mau atau tidak untuk mendengarkan mimpinya , didorong rasa penasaran kemudian jari-jariku mengetikan sebuah kata YA ,dan dia mulai dengan ceritanya :

“ Dalam mimpiku aku kedatangan seorang nenek-nenek dia menitipkan sebuah kotak hitam untuk disampaikan padamu, aku bilang aku gak kenal sama kamu, tetapi dia terus memaksa aku untuk memberikan kotak hitam itu, setelah dia pergi aku binggung bagaimana menyampaikannya kepada kamu, aku gak tau nomor handphone kamu, aku gak tau alamat rumah kamu, akhirnya aku buka kotak hitam itu, kamu mau tau apa isi kotak hitam itu?!”

lagi-lagi rasa penasaran singgah di hatiku “ YA” jawabku.

“ Kain Kafan “ ketiknya.

Teg…satu detik kurasakan jantungku berhenti, bibirku bergetar, setetes demi setetes telapak tanganku mengeluarkan keringat dari pori-porinya, tiba-tiba saja aku merasa kedinginan, tanpa kusadari mataku telah berkaca-kaca,untuk sekian lamanya aku Speechless.

“ kamu masih disana?!,kamu gak apa-apa?!, masih mau tau terusannya gak?” panggilannya membuatku sadar dari rasa kaget, dengan lemas akupun mulai mengetik “ya, aku masih disini, aku gak apa-apa, silahkan teruskan lagi ceritanya”

“Di hari kedua nenek itu menemuiku lagi, dia marah-marah padaku, dia bilang aku sudah lancang membuka kotak hitam itu, dan dia pun mengatakan bahwa aku tidak amanat, yang namanya amanat itu harus disampaikan, tetapi aku memberikan alasanku padanya, dengan rasa kesal kubilang pada nenek itu aku tidak kenal kamu, aku gak tahu nomor handphone kamu dan aku juga gak tau alamat rumah kamu, tetapi nenek itu gak mau perduli dengan alasanku, lagi-lagi dia menitipkan sebuah kotak hitam kedua untuk diberikan padamu, kamu mau tahu isi kotak hitam kedua itu?!”

Dengan tangan gemetar aku ketikkan lagi kata “YA”

”Batu nisan bertuliskan namamu, dan ada tanggal wafatnya yaitu tanggal 25 Agustus 2007”

Teg….kurasakan lagi untuk beberapa detik jantungku berhenti, bibirku bergetar, kali ini kuucapkan Astaghfirrullahhal’azim,telapak tanganku telah basah oleh keringat, kurasakan badanku menggigil, mataku telah mengeluarkan air yang dari tadi ditampungnya sehingga membuat ”anak sungai” dikedua pipiku, berkali-kali kucoba menenangkan diri, tarikkan nafas yang kuat kemudian menghembuskannya perlahan-lahan tidak cukup ampuh mengusir rasa gelisahku, kucoba ambil air putih dan kuminum sebanyak-banyaknya, biasanya cara ini cukup ampuh ntuk mengusir rasa yang menyesakkan dada, tapi kali ini tidak juga ampuh sama sekali.

Kucoba mengingkari mimpi itu dengan berkata ”ah, itukan hanya mimpi!” , kucoba untuk melupakan pelajaran yang dulu pernah diberikan oleh guru ngaji aku tentang malaikat Israil, sang penyabut nyawa, yang setiap saat, ntah mungkin malam ini, besok pagi, lusa atau dilain hari, dengan cara yang sama sekali tidak kita duga dia pasti datang menjemput aku, kamu, dia, kalian dan kita semua yang bernyawa ,tidak ada satupun kekuatan yang mampu menahannya meski hanya sebentar.

Berfikir sejenak, sudah cukupkan bekal yang akan kubawa nanti? Sanggupkah aku menjalankan kehidupan sesudah mati? Dapatkah kupertanggungjawabkan semua perbuatanku selama hidup di dunia? Tiba-tiba saja mendadak kepalaku merasa pusing, perutku mual, aku hanyalah sebuah debu di jalanan, masih ada waktu tapi ntah sampai kapan, dapatkah kuubah diriku menjadi sebuah berlian dan menjadi orang-orang pilihan.

Bila Israil datang memanggil, seluruh tubuh rasa menggigil…

Bila Israil datang memanggil, sekujur tubuh kaku di pembaringan…..

(kira-kira syair lagunya seperti itu, lagu yang sekitar 15 tahunan lalu aku sering menyanyikannya….sekarang kupaksa untuk mengingat, tetapi tetap tak bisa mengingat, hiks …)

Siapapun engkau, dimanapun engkau berada, yang hanya memberikan identitas bernama Iwan Ridwan dari Tasik (gak tau ini nama sungguhan atau tidak) dan Id tackz mania, aku ucapkan terimakasih telah menceritakan mimpimu, gak tau kok sampai bisa mimpiin aku, yang jelas kamu sudah mengingatkan aku tentang batas kehidupan yaitu kematian dan kehidupan setelah mati. Tentang sebenarnya tujuan manusia hidup.mudah-mudahan dengan ini aku bisa introspeksi dan memperbaiki diri. Thank u my friend ^^.

Dan buat teman2ku di FS baik yang pernah kontak langsung dengan aku maupun hanya di dunia maya, aku minta maaf jika ada kata, perbuatan dan sikap yang kurang berkenan di hati teman2 dan kepada Allah aku minta ampun. Jodoh, rezeki, hidup dan mati tidak akan ada seorang makhlukpun yang akan mengetahui dengan siapa, berapa banyak dan kapan akan kita dapatkan kecuali Allah S.W.T yang maha mengetahui.

Dalam setiap pekerjaan banyak terdapat pemangsa ide. Mereka hadir dalam semua kepribadian, jabatan, bentuk, dan ukuran. Mereka bisa berbentuk pembunuh ide yang selalu mengatakan, “Kami pernah mencoba hal itu”, dan sejumlah pernyataan anti-resiko lainnya. Atau, berbentuk pernyataan antiaksi, seperti, “Sudahlah, itu takkan bisa berjalan.”

Hal itu bisa menimbulkan rasa putus asa. Sebab biasanya, pernyataan itu datang dari mereka yang senior dan berpengalaman di tempat kerja. Mereka yang junior yang belum banyak tahu bahwa sesuatu tidak dapat dilaksanakan kerap menjadi frustasi. Namun, keadaan seperti itu justru melestarikan status quo.

Pada masa embargo minyak tahun 1970-an yang memunculkan tekanan untuk meningkatkan efisiensi per liter bahan bakar untuk tiap kilometer laju mobil, salah satu produsen mobil besar mengatakan pada para insinyur seniornya agar secara drastis mengurangi bobot mobil. Para insinyur senior ini terjebak pada cara-cara lama dan mengatakan bahwa membuat mobil lebih ringan tidak dapat dilakukan, karena terlalu mahal dan dapat menimbulkan masalah pada keselamatan. Kemudian, perusahaan mobil itu mempekerjakan banyak insinyur muda yang belum berpengalaman. Para insinyur baru itu membabat ratusan kilogram bobot yang tidak perlu dari mobil. Mereka hanya tidak mengetahui sesuatu yang lebih baik.

Jangan pasrah. Mereka yang memiliki ide bisa membangun bisnis. Dan para pembangun itu akan segera beranjak menuju ke puncak karir. Jangan biarkan para pembunuh ide menjerat diri dalam kepicikan. Berpikirlah lugas. Laksanakan semuanya dengan antusias. Sedikit sukses akan menarik kontributor dan dukungan dari banyak rekan sekerja.

Pandanglah para pembunuh ide sebagai sesuatu yang positif, sebagai sebuah insentif. Tanganilah negativisme mereka sebagai sebuah alasan untuk melakukan lebih banyak pekerjaan rumah. Bekerjalah lebih keras untuk sesuatu yang menjadikan ide berfungsi.

“The days when I Go full mark and lately I have to say that despite bitter”
Memang kita berpikir akan kah apapun yang di jalani apapun yang dilihat nyata atau maya berubah tanpa satu komemtar dan tidak melihat perubahan yang positif.  Sejatinya pihak mana yang berbuat dan harus mempertanggung jawabkannya. Tidak selamanya orang yang berbuat itu tanpa di mintai pertanggung jawaban.
Mengikuti jejak-jejak sang revelosioner terdahulu ketika merika berbicara di depan, berapa mata menatap mereka. Setidaknya itu yang menjadi kebaikannya nantinya di suatu kehidupan kelak.  Seorang tokoh revolusioner di tanah air yang menjadi cerminan ketika kita berkaca di masa sekarang adalah seorang laki2x yg lahir di Pandan Gadang Sumatera Barat pada 2 Juni 1897 dalam teriakanya :

Revolusi bukan saja menghukum, sekalian perbuatan ganas, menentang kecurangan dan kelaliman, tetapi juga mencapai segenap perbaikan dari kecelaan.

Di dalam masa revolusilah tercapai puncak kekuatan moral, terlahir kecerdasan pikiran dan teraih segenap kemampuan untuk mendirikan masyarakat baru.

Beliau yang sering di sapa Tan Malaka, dan panasanya perjuangan berliau di lalui dengan penuh samangat tanpa ada unsur2x laen di balik perjuangan.

Awalnya aku hanya bisa bermimpi bisa memiliki motor gede, “Kapan ya ku bisa memiliki Kereta Gede”. Kata-kata itu selalu membanyangiku, dan harapan itu kapan menjadi kenyataan.

Warna warni lampu itu menerangi malam ku beberapa hari ini, hidup terasa bewarna ketika lampu itu mengenggam yang seakan-akan tak kuasa melepaskannya. Semua yang pergi akan hilang entah ke mana, manusia yang selama ini tidak bersyukur atas nikmatMu selalu merasa kurang puas dengan apa yang diberi.

Sumpahan Tuhan itu seakan-akan manusia tak sadar dengan apa yang kawajbanmu sebagai makhluk cipataanNya. Coba Engkau berpikir dan renungilah berapa persenkah kadar keimananmu bila dibandingkan dengan berapa umur mu sekarang ini, pastinya kamu akan ragu untuk menjawabnya.

Waktu atau masa setiap kali kita selalu dibuat rugi, waktu yang kini berubah dengan cepatnya seakan2x tak terasa, tak sadar waktu itu melingkari putaran musim dan hausan nafsu dunia, seakang kita terpedaya dengan kenikmatan dunia. Padahal kita tidak sadar alam  semua yang ada di dunia ini tidak pernah kekal dan bisa setiap saat di ambil dan dicabut oleh sang pembuatnya.

Warna Warni lampu itu pun seakan tidak pernah padam dan akan selalu memberikan cahaya. Bisa kah lampu di dibangun dengan sebuah landasan Iman dan Islam. Ya Allah engkau tuhanku dan jadikanlah warna warni lampuku menjadi penerang jalan ku dan hidupkanlah lampu ke imanan ku. Amin… ya Rabbal Alamin…

Sambil berlalu dan lepasnya waktu begitu saja, kami pun sampai di kantor pemerintahan Kab. Abdya.  Jam 4 sore semua PNS di situ suda pada pulang.. sial lah pikir ku,  rencana yang kmi jadwalkan tadi akhirnya di tunda dan  terpaksa menunggu besok. Akhirnya kami memutuskan untuk nginap di Blangpidie dan harus menunda perjalan hingga besok pagi..

Di samping jalan sambil berhenti di depan market mini itupun kami  membeli perlengkapan penginpan, wajah ayu itu pun tersenyum sambil menyapa kami “Mau Beli Apa Pak..? “, aku dan topik bergegas membeli satu persatu perlangkapan mulai dari perlengkapan mandi dan makanan kecil. Sambil ternsnyum dan 2 wajah ayu itu pun melambaikan tangannya kami segera bergegas langsung menuju hotel yang tak jauh dari mini market tadi.

Toko sederhana dan tidak tanpak seperti hotel mewah itupun tempat kami menginap, dengan ramahnya petugas itu menyapa kami dan kami segera bergegas langsung naik ke atas di lantai 3.  Tak kalah menariknya  di situ terdapat warnet di lantai 2 dan bisa browsinglah paling tidak pikirku..

Read the rest of this entry »

Malam itu kami di tugaskan ke daerah untuk instalasi SIMPEG-NAD (Sistem Informasi Pegawai-NAD),  aq sendiri sih masih bingung daerah mana aja harus di instalasi, udah waktunya mendadak malahan baju pun udah tinggal sisa lagi maklum beberapa minggu ke belakang asyik hujan aja.

Hampir 3 jam lebih kami berdua sama topik menunggu p’zek dan b’adista.  Sambil menghilangkan suntuk kami melihat tanyangan tv.  Acara yg di sajikanpun cukup menghibur dan lumayan lucu dan seolah-olah waktu tak terasa hampir  jam 10.30 malam tapi p’zek dan b’adista belum juga nongol-nongol, apa mungkin tidak jadi berangkat.. pikirku.

Read the rest of this entry »

Archives

July 2017
M T W T F S S
« Jan    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Blog Stats

  • 708 hits

Recent Comments

afzal on Bren…Brennn… Tanca…
ekasaputry on Bren…Brennn… Tanca…